Pesta Miras Berujung Maut

61
Pelaku pembunuhan (tak pakai baju) diamankan aparat Polres Bombana.

 

RUMBIA, beritaklik.co – Malang nasib Supriadi (32) warga Desa Puuwonua, Kecamatan Tontonunu Kabupaten Bombana yang tewas akibat pesta minuman keras (Miras) bersama rekan-rekannya, Jumat (15/4).

Kasat Reskrim Polres Bombana AKP Muh Nur Sultan mengatakan, korban tewas di tangan AK (31) yang keduanya telah mengkonsumsi minuman keras jenis tuak, akibat perkelahian keduanya.

“Supriadi aduh jotos dengan AK di teras rumah AS yang saat ini berstatus saksi. Menurut saksi, AK menusuk perut, menebas leher dan belakang korban menggunakan pedang korban sendiri, ” ujar Muh Nur Sultan.

Dijelaskannya, kejadian itu bermula sekitar pukul 19.00 Wita. Saat itu korban meminum-minuman keras jenis tuak di rumah AS (28). Sekitar pukul 19.30 Wita datang SI yang merupakan adik ipar tersangka ikut bercerita bersama AS dan korban. Karena ia tidak ikut mengkonsumsi tuak sekitar pukul 20.45 Wita SI balik pulang ke rumah karena alasan mengantuk.

“Tak lama berselang, sekitar pukul 21.00 Wita tersangka AK datang ke rumah AS, dan langsung gabung minum tuak bersama dimana pelaku duduk disamping kiri korban, lalu korban menyerahkan satu gelas tuak untuk tersangka minum,” terang Nur Sultan.

Sementara asik minum tuak, AS dan korban bercerita tentang masalah tanah milik korban yang terletak di Dusun Busi-Busi Desa Puuwonua, warisan ayah  korban kepada pelaku.

Diketahui ibu dan ayah korban telah bercerai, namun ibu korban meminta surat-surat tanah tersebut kepada korban.

Sekitar pukul 21.25 Wita AS masuk ke dalam rumahnya untuk mencuci gelas karena minuman tuak telah habis. Saat itu tersangka juga hendak pulang ke rumahnya dengan berjalan menuju motornya yang di parkir di depan rumah AS.

“Korban kemudian memanggil tersangka agar kembali ke teras rumah AS, saat tiba di teras korban berkata kepada tersangka, jangan sampai kamu sama kakakku, Sudirman sekongkolkan saya masalah itu tanah. Sudirman merupakan teman akrab tersangka,” ujar Nur Sultan.

Spontan pelaku menjawab dirinya tidak mau ikut campur masalah. Karena pengaruh mabuk korban dan tersangka berhadapan, korban langsung mencabut parang kecil yang ada di pinggang bersiap menyerang tersangka, namun tersangka langsung merebut parang tersebut dari genggaman tangan korban lalu menusuk perut sebelah kiri korban sebanyak satu kali hingga korban jatuh posisi tengkurap tak berdaya.

“Tak hanya itu, tersangka kembali menebas bagian bahu korban sebanyak satu kali, lalu menebas bagian kepala belakang korban sebanyak satu kali, dimana posisi korban sudah tengkurap dan tidak berdaya, tersangka kembali menusuk korban di bagian punggungnya sebanyak dua kali, ” kata Nur Sultan.

Pelaku kemudian mengambil keris miliknya yang ia selip di motornya dan kembali ke tempat korban, lalu menikam korban.

“Usai membunuh korbannya, pelaku berteriak memanggil AS yang berada di dalam rumahnya memberitahu kalau ia baru membunuh korban Supriadi,”  pungkasnya. (din/ags)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar