Dua Situs Sejarah Berpotensi Jadi Cagar Budaya Nasional

84
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buton, La Ode Syamsuddin

 

PASARWAJO, beritaklik.co – Upaya Pemerintah Kabupaten Buton melalui Dinas Kebudayaan untuk melestarikan budayanya tidak main-main. Terbukti saat ini Dinas Kebudayaan telah menetapkan sejumlah objek sejarah menjadi cagar budaya daerah.
Dinas Kebudayaan juga berencana untuk menjadikan dua situs bersejarah di wilayahnya yakni situs oputa yi koo dan situs tambang aspal Kabungka menjadi cagar budaya nasional.

Dinas Kebudayaan Kabupaten Buton, La Ode Syamsuddin mengatakan situs Oputa Yi Koo atau Pahlawan Nasional Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi memiliki nilai sejarah yang begitu penting, sehingga tidak menutup kemungkinan situs ini menjadi salah satu cagar budaya nasional.

“Terlebih lagi saat ini melalui Pemerintah Provinsi Sultra akan melaksanakan napak tilas untuk memperkenalkan perjuangan Pahlawan nasional Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi atau Oputa Yi koo kepada Dunia,” ujarnya.

Diketahui, selama upayanya memimpin perlawanan kepada penjajah, Sultan Himayatuddin rela meninggalkan tahta kerajaan. Dia bergerilya hingga ke Puncak Gunung Siontapina. Karena perjuangannya itu, Sultan Himayatuddin kemudian diberi gelar Oputa Yi Koo oleh pihak Kesultanan Buton, yang bermakna raja atau penguasa yang bergerilya melawan penjajah di hutan.

Sama halnya dengan situs Tambang Aspal Buton di Kabungka, juga memiliki memiliki nilai-nilai penting untuk masyarakat Kabupaten Buton bahkan dunia. Kemudian, sejarah panjang bisnis pertambangan Asbuton sudah dimulai sejak jaman penjajahan Belanda pada tanggal 21 Oktober 1924 sampai sekarang ini.

“Untuk situs monumen aapal ini kita sudah melakukan tahap komunikasi dengan pihak Wika Bitumen untuk dijadikan sebagai cagar budaya daerah. Baru selanjutnya bisa diusulkan untuk menjadi cagar budaya nasional,” tandasnya. (R4/AGS)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar