Himakta Minta Polisi Selidiki Mafia Tanah di Angata

90
Aliansi Masyarakat Dagang (AMD) Kecamatan Buke saat melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Kabupaten Konawe Selatan, Selasa (27/5). FOTO: Rama/beritaklik.co

 

ANDOOLO, beritaklik.co – Himpunan Mahasiswa Kecamatan Angata (Himakta) Kabupaten Konawe Selatan mendampingi warga di lima desa terkait dugaan penggelapan sertifikat tanah yang diduga dilakukan oknum Kepala Desa berinisial LS.

Kelima desa itu yakni Desa Puulipu, Kosebo, Mataiwoi, Lamooso, dan Angata.

Ketua Umum Himakta, Suwardin Wiro mengatakan pendampingan itu untuk menghadiri klarifikasi perkembangan hasil penyelidikan di Polres Konsel atas dugaan penggelapan sertifikat tanah.

“Hari ini kami mengawal Dan mendampingi masyarakat yg tergabung dari berbagai desa yang berada di lingkup kecamatan angata,” ucapnya, Selasa (17/5).

Menurutnya, dari hasil diskusi dengan pihak Polres Konawe Selatan, pemanggilan pemeriksaan saksi-saksi dan korban akan di lakukan pada hari Kamis tgl 26 Mei 2022.

Olehnya, Wiro (sapaan akrabnya) berharap aparat kepolisan untuk mengusut tuntas problem yang terjadi dengan sangat profesional dan transparan.

Pendampingan itu tambahnya Agar mafia tanah di Kecamatan Angata dapat diproses secara hukum.

“Upaya ini agar mafia tanah di Kecamatan Angata tidak lagi mempermainkan hak atas legalitas tanah yang dimiliki masyarakat Kecamatan Angata,” jelasnya.(RAM/HDI)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar