Beri Edukasi Hukum Pelajar, Kejati Sultra Gelar ‘Jaksa Masuk Sekolah’ di SMPN 13 Kendari

52
Suasana kegiatan Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 13 Kendari.

 

 

KENDARI, beritaklik.co – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali melakukan road show program ‘Jaksa Masuk Sekolah (JMS)’. Kali ini, Kejati Sultra menyambangi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 13 Kendari yang terletak di Jalan Dr. Sutomo, Kelurahan Lalodati, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Rabu (22/6).

Dalam kegiatan ini, Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sultra, Noer Adi, S.H., M.H dan Kepala Seksi (Kasi) Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Sultra, Dody, S.H menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut.

Adapun materi yang disampaikan dihadapan sekira 50 siswa-siswi SMPN 13 Kendari ini dan Guru-Guru di SMPN 13 Kendari, yakni tentang materi tugas fungsi Kejaksaan, bahaya dan konsekuensi hukum terhadap penyalahgunaan Narkotika, serta UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Pada kesempatan itu, Asintel Kejati Sultra Noer Adi, S.H.,M.H menjelaskan tentang tugas pokok dan fungsi Kejaksaan, bahaya dan konsekuensi hukum terhadap penyalahgunaan narkotika.

“Kejaksaan mempunyai tugas melaksanakan kekuasaan negara di bidang penuntutan dan tugas lainnya berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan serta mengawasi jalannya penyelenggaraan tugas pemerintahan dan pembangunan dibidang hukum,” ujarnya.

Kejaksaan melaksanaan penegakan hukum baik preventif maupun represif yang berintikan keadilan di bidang pidana, penyelenggaraan intelijen yustisial di bidang ketertiban dan ketenteraman umum, pemberian bantuan, pertimbangan, pelayanan dan penegakan hukum di bidang perdata dan tata usaha negara serta tindakan hukum dan tugas lain, untuk menjamin kepastian hukum, menegakkan kewibawaan pemerintah dan penyelamatan kekayaan negara, berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dan kebijakan umum yang ditetapkan oleh presiden.

Selanjutnya Kejaksaan melakukan fungsi Pemberian pertimbangan hukum kepada lembaga, instansi pemerintah di pusat dan di daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam menyusun peraturan perundang-undangan serta peningkatan kesadaran hukum masyarakat.

“Penyelenggaraan koordinasi, bimbingan dan petunjuk teknis serta pengawasan yang baik ke dalam maupun dengan instansi terkait atas pelaksanaan tugas berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dan kebijakan yang ditetapkan oleh Presiden,” katanya.

“Dalam melaksanakan tugas dan fungsi, Kejaksaan dituntut mampu mewujudkan kepastian hukum, ketertiban hukum, keadilan dan kebenaran berdasarkan hukum, mengindahkan norma keagamaan, kesopanan, dan kesusilaan serta wajib menggali nilai kemanusiaan, hukum dan keadilan yang hidup dalam masyarakat,”tandasnya.

Lanjut Noer Adi, menambahkan Himbauannya agar para siswa siswi SMPN 13 Kendari untuk tidak terlibat dalam penyalahgunaan Narkotika, karena itu dapat merusak diri sendiri dan ada konsekuensinya hukumnya jika tertangkap mengunakan atau mengedarkan barang haram tersebut.

“Saya minta adik-adik siswa dan siswi SMPN 13 Kendari untuk tidak coba-coba mengkonsumsi Narkotika, karena ada pasal-pasal pidana yang bisa menjerat para penguna maupun pengedarnya, lebih baik rajin berolahraga dan rajin belajar, agar dapat menjadi generasi masa depan yang unggul dan dapat berkontribusi bagi bangsa dan negara,”tandasnya.

Adapun, Kasi Penkum Kejati Sultra, Dody, S.H menyampaikan bahaya menggunakan media sosial menurut UU No. 11 Tahun 2008 sebagaimana telah dirubah dengan UU No. 19 Tahun 2016.

“Intinya dalam bermedia sosial kita harus bijak, harus lebih teliti dan menyebarkan luaskan informasi, ketika mendapatkan informasi di media sosial harus cek dan ricek dulu kebenarannya, agar kita tidak jadi korban dari banyak penyebaran berita bohong atau kabar bohong yang membanjiri media sosial saat ini,” ujarnya.

Lanjutnya, jika kita menyebarkan berita bohong atau kabar bohong di media sosial, apalagi mencemarkan nama baik seseorang, memuat postingan yang mengadu domba, dan menyinggung SARA, dapat dikenakan pidana sesuai UU ITE.

“Jadi adik-adik Siswa dan Siswi SMPN 13 Kendari harus bijak dan bermedia sosial,”pungkasnya.

Untuk diketahui, setelah selesai pemberian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, dan siswa dan siswi SMPN 13 Kendari antusias bertanya dan menjawab pertanyaan dari narasumber karena diberi hadiah.

Acara selesai sekira jam 12.00 Wita, dan di tutup dengan pemberian cindera mata kepada siswa dan siswi SMPN 13 Kendari.(FNN/AGS)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar