Ini Misi Dagang & Investasi Pemprov Jatim di Sultra

49
Foto bersama Misi Dagang dan Investasi Pemprov Jatim di Prov. Sultra.

 

KENDARI, beritaklik.co – Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur (Jatim) Emil Elestianto Dardak bersama pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Pengusaha gelar Misi Dagang dan Investasi di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Dan kegiatan ini disambut langsung oleh Gubernur Sultra H. Ali Mazi berserta pimpinan OPDnya serta para pengusaha Sulawesi Tenggara, baik yang tergabung dalam Kadin Sultra, IWAPI Sultra, DPD REI Sultra, BUMD atau Perumda Kabupaten/Kota.

Dalam kegiatan misi dagang, ini terjadi banyak kerjasama program yang akhirnya dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS), baik sesama OPD, Perusahaan Pemerintah maupun Swasta dari masing-masing provinsi yang ditandatangani dihadapan Gubernur Sultra dan Wakil Gubernur Jawa Timur.

Selain itu, terjadi transaksi perdagangan dengan nilai mencapai 110 Miliar Rupiah, sebuah angka yang cukup besar, dengan jumlah transaksi sebanyak 27 transaksi.

Adapun sebagian transaksi yang terjadi yakni UD. Rahmad Bahari dari Jatim dengan CV. Spinosium dari Sultra dengan komoditi rumput laut sebanyak 1.200 ton/ tahun dengan nilai transaksi Rp. 36 Miliar.

Selanjutnya UD. Riki Utama Mandiri Jatim dengan KSP Gerbas Samudera, Kendari, Sultra dengan komoditi hasil kelautan dan perikanan yakni baby cumi, ikan layang, ikan mix dengan kuantitas 85 ton/tahun dengan nilai transaksi Rp. 17,4 Miliar.

Selanjutnya, CV. Satriya Adi Buana Jatim dengan UD. Bombana Zakkir Group Sultra dengan komoditi Arang batok kelapa sebanyak 1,2 Juta Ton/tahun senilai Rp. 8,1 Miliar.

Kemudian, CV. Raja Benur Jatim dengan PT. Sagar Saka Yonri Sultra dengan komoditi 100 juta ekor benur senilai Rp. 7,5 Miliar, lalu PT. Transformasi Logistik Indonesia Jatim dengan PT. Cahaya Karunia Celebes Sultra dengan komoditi Biji Kacang Mente dengan kuantitas 20 ton/musim dengan nilai transaksi Rp. 3 Miliar.

Terakhir, PR. Ainur Jaya Jatim dengan CV. Putra Pratama Abadi, Bau-Bau, Sultra dengan komoditi Rokok sebanyak 850 karton/tahun dengan nilai transaksi sebesar Rp. 3,5 Miliar.

Usai kegiatan, Gubernur Sultra, H. Ali Mazi saat diwawancara oleh wartawan fajar.co.id, menyampaikan apresiasinya atas kegiatan ini, dan ia berharap ini bisa menjadi momentum bagi kedua provinsi dalam berkontribusi dalam pemulihan ekonomi nasional

“Kerjasama ini yang pertama saya apresiasi, kerjasama antara Provinsi Jawa Timur (Jatim) dan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), dan tentu memastikan masing-masing wilayah terhadap potensi kita di daerah,”

“Dan kerjasama ini sangat luar biasa dalam mendorong pemulihan ekonomi Nasional,”ujarnya.

Senada dengan itu, Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Jawa Timur (Jatim), Emil Elestianto Dardak juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Gubernur Sultra yang telah menyambut rombongannya dengan hangat dan penuh persaudaraan.

“Pertama-tama kami mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sultra yang telah memberikan sambutan yang hangat, ini kami sampaikan karena ini menang judulnya misi dagang dan Investasi, tetapi juga adalah misi persahabatan, makanya didalamnya ada pariwisata, kebudayaan, kolaborasi kain batik dan kain tenun Masalili yang sangat indah,”ungkapnya.

Sambung mantan Bupati Trenggalek, Jatim, mengatakan bahwa ia yakin bahwa kita (Jatim dan Sultra) secara geografis juga sangat dekat, transaksi kita sudah banyak, tapi ternyata dengan acara seperti ini bisa lebih banyak lagi.

“Alhamdulillah, Pak Gubernur sudah (transaksi hari ini) Rp. 110,4 Miliar dengan 27 transaksi sampai saat ini,”ujarnya kepada wartawan.

Lanjutnya, jadi tadi ada rumput laut dari Sultra, kita juga tadi beli arang, kita juga menjual ke sini ada bibit udang, kemudian juga ada potensi-potensi lain.

“Provinsi Jatim memang industri, karena penduduknya banyak 40 juta orang, tapi fokusnya ke Industri, sedangkan di Sultra, ini masih banyak sekali peluang-peluang kerja untuk perkebunan, dan pertambangan, pasti sama-sama makmur,”tuturnya.

Katanya lagi, kami yakin dengan misi dagang ini, kita bisa saling melengkapi, kami banyak membeli bahan dan dijualnya juga di Jatim dan di sekitarnya.

“Ini akan terus bertambah, persaat ini 100,10 Miliar Rupiah, ini menurut kami sudah (besar), bayangkan saja angkanya ditahun lalu 500 miliar rupiah jualnya, karena Jawa timur ini seperenam terbesar menjual maupun membeli di Sulawesi Tenggara,”

“Jadi angka 500 miliar rupiah itu ditahun lalu (2021), tapi saat ini sudah ada 20 persen transaksi, dalam itu baru satu hari ini,”pungkasnya.(FNN/AGS)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar